Doa Kebangsaan Dipadati Puluhan Ribu Warga, Gus Miftah: Wajah Bhinneka Indonesia Terpancar dari NTB

11 hours ago 5

HarianNusa, Mataram – Puluhan ribu warga Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri Doa Kebangsaan Lintas Agama di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Rabu malam (12/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenag NTB) itu digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Doa Kebangsaan yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai agama, suku, dan latar belakang.

Menurut Zamroni, kegiatan tersebut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Sarana Prasarana Keagamaan KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Wakil Wali Kota Mataram, para tuan guru, tokoh lintas agama, serta masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di NTB, termasuk dari Pulau Sumbawa.

“Alhamdulillah, Doa Kebangsaan malam ini dapat terselenggara dengan menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai agama. Ini menunjukkan semangat bersama untuk menjaga kerukunan di NTB sekaligus menjaga bangsa dan negara,” ujar Zamroni.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para tokoh nasional di tengah padatnya agenda mereka sebagai bentuk perhatian terhadap Provinsi NTB.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi kehadiran beliau-beliau di tengah padatnya agenda. Ini merupakan bagian dari perhatian mereka terhadap Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Gus Miftah: Mataram Menunjukkan Wajah Bhinneka Indonesia

Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Sarana Prasarana Keagamaan, Gus Miftah, menilai Kota Mataram telah menunjukkan contoh nyata kehidupan kebhinnekaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Saya pikir ini adalah fenomena yang luar biasa. Di lapangan terbuka, para tokoh lintas agama bersama jemaat masing-masing dapat berkumpul, bersatu, dan melafalkan doa menurut keyakinan mereka, tetapi di tempat yang sama,” ujarnya.

Menurut Gus Miftah, kemajuan bangsa sangat bergantung pada kerukunan antarmasyarakat.

“Saya selalu meyakini bahwa bangsa ini akan menjadi besar apabila berangkat dari kerukunan. Malam ini kita melihatnya secara langsung di Kota Mataram,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi tradisi nasional.

“Harapan saya, ini bisa menjadi tradisi bangsa: bagaimana kita mampu duduk bersama tanpa memandang agama, melafalkan doa yang berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu mencintai Indonesia. Saya sangat mengapresiasi NTB malam ini,” ungkapnya.

Gus Miftah juga menyatakan akan berupaya membawa konsep serupa ke berbagai daerah di Indonesia.

“Saya akan mencoba membawa konsep seperti ini ke daerah-daerah lain, insyaallah. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kakanwil yang telah mengikhtiarkan terselenggaranya acara malam ini,” ujarnya.

Sari Yuliati: NTB Menjadi Contoh Keberagaman

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengaku bangga melihat NTB mampu menjadi contoh keberagaman yang memperkuat persatuan.

“Sebagai Wakil Ketua DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yaitu Pulau Lombok, saya merasa bangga bahwa Provinsi NTB yang hanya terdiri atas 10 kabupaten/kota ternyata mampu menjadi contoh keberagaman,” kata Sari.

Ia menilai keberagaman merupakan modal utama dalam membangun persatuan.

“Kita mengetahui bahwa umat Islam di NTB merupakan mayoritas, tetapi saudara-saudara kita yang berasal dari kelompok minoritas tetap dapat hidup berdampingan secara rukun dalam semangat Bhinneka,” ujarnya.

Sari juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi sebuah sekolah dasar di kawasan Cakranegara.

“Saya pernah mengunjungi sebuah SD di Cakranegara yang mayoritas siswanya beragama Hindu, sementara sebagian kecil berasal dari agama lain. Mereka dapat bersekolah dengan aman, tanpa perundungan, tanpa rasisme, dan hidup berdampingan secara harmonis. Karena itu saya sangat bangga menjadi warga Nusa Tenggara Barat,” tuturnya.

Di akhir acara, muncul usulan agar Kota Mataram dapat dinobatkan sebagai Kota Bhinneka, mengingat kuatnya praktik kehidupan lintas agama dan budaya yang ditunjukkan masyarakatnya. (F*)

Ket. Foto:

Suasana kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama yang digelar Kanwil Kemenag NTB di Lapangan Sangkareang Kota Mataram. (Ist)

- Advertisement -

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |