RSUD Tripat Resmi Buka Layana PCI Pertama di Lombok Barat, Pasien Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk Jauh

8 hours ago 5


HarianNusa, Lombok Barat –  Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) resmi membuka layanan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring jantung melalui prosedur non-bedah. Jumat (18/9/2026).

Layanan ini menjadi yang pertama hadir di Kabupaten Lombok Barat. Kehadirannya sekaligus membuka peluang bagi pasien yang membutuhkan tindakan intervensi jantung untuk mendapat penanganan di daerah, tanpa harus terlebih dahulu dirujuk ke rumah sakit di luar Lombok Barat.

Bagi pasien di Lombok Barat dengan kondisi jantung yang membutuhkan tindakan segera, keberadaan PCI di RSUD Tripat menjadi sangat penting. Jarak tempuh dan waktu perjalanan menuju rumah sakit rujukan dapat dipangkas, sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur Utama RSUD Tripat, dr. Suryadi, mengatakan penguatan layanan jantung menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah pasien.

Data rumah sakit menunjukkan angka kesakitan jantung meningkat hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kunjungan rawat jalan terkait penyakit jantung yang tercatat sekitar 1.700 kasus pada 2021 meningkat menjadi 2.096 kasus pada 2022 dan mencapai 3.996 kasus pada 2024.

Kondisi tersebut mendorong RSUD Tripat memperkuat kapasitas pelayanan dengan menghadirkan fasilitas Cath Lab, yang diperoleh melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, RSUD Tripat kini dapat melakukan tindakan PCI, termasuk pemasangan ring untuk membuka kembali pembuluh darah jantung yang mengalami penyempitan atau penyumbatan, sesuai indikasi medis.

Namun, kesiapan layanan tidak hanya bergantung pada peralatan. RSUD Tripat juga mendapat pendampingan dari RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta melalui program proctorship atau pengampuan.

“Pelayanan PCI di RSUD Patut Patuh Patju ini tentu tidak lepas dari kolaborasi semua pihak antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Barat,” ungkap dr. Suryadi. 

Dengan hadirnya layanan PCI, RSUD Tripat mampu melayani 3 hingga 5 pasien jantung setiap harinya.

Direktur Keuangan dan BMN RSJPD Harapan Kita Jakarta, Tri Hartono Rianto, mengatakan pengampuan tersebut merupakan mandat Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani penyakit kardiovaskular.

“Kami mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan untuk menjadi pusat rujukan nasional dan juga koordinator dalam melakukan pengampuan, khususnya kardiovaskular,” ujar Tri.

Menurutnya, pendampingan tersebut dirancang bukan sekadar untuk memastikan tindakan berjalan sesuai prosedur, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga medis RSUD Tripat.

“Tujuan utamanya bukan hanya memastikan bahwa semua tindakan sesuai dengan prosedur, tetapi lebih dari itu adalah melakukan transfer knowledge dari dokter kami kepada dokter yang ada di RSUD Patut Patuh Patju,” katanya.

Pada tindakan PCI perdana, dokter RSUD Tripat menjadi pelaksana tindakan dengan mendapatkan pembinaan dan arahan dari tim RSJPD Harapan Kita.

“Kami hadir ke sini dalam rangka melakukan proctor atau pendampingan. Artinya, dokter di sini yang melakukan tindakan intervensi, sementara dokter kami melakukan pembinaan dan arahan. Harapannya, nantinya dokter di sini sudah bisa mandiri melakukan tindakan sendiri sesuai standar medis,” jelas Tri.

Tim pengampuan terdiri dari dokter spesialis jantung, dr. Arwin Saleh Mangku Anom, Sp.JP, serta dua perawat ahli, Eka Muliati, S.Kep., Ns., dan Shamsuddin Simon, A.Md.Kep.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan membuat RSUD Tripat secara bertahap mampu memberikan layanan intervensi jantung secara mandiri dan sesuai standar.

Tri menegaskan, penguatan layanan di daerah merupakan bagian dari transformasi sistem rujukan kesehatan agar pasien tidak selalu harus dikirim ke rumah sakit rujukan nasional.

“Kita ingin semua pasien di daerah nantinya bisa ditangani dan diselesaikan oleh daerah,” tegasnya.

Asisten III Setda NTB Hj. Eva Dewiyani, yang mewakili Wakil Gubernur NTB, mengatakan hadirnya layanan PCI di RSUD Tripat menjadi bagian penting dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas di NTB.

Menurut Eva, masyarakat Lombok Barat kini memiliki pilihan layanan yang lebih dekat ketika membutuhkan tindakan kardiovaskular.

“Ini adalah bukti nyata bahwa jarak, keterbatasan fasilitas dan rujukan luar daerah perlahan kita runtuhkan demi mendekatkan layanan kesehatan berstandar nasional langsung di tengah masyarakat Lombok Barat,” ucapnya.

Ia menilai rumah sakit daerah harus terus diperkuat agar tidak hanya menjadi tempat awal pemeriksaan sebelum pasien dirujuk, tetapi mampu menangani lebih banyak kasus secara mandiri.

“Melalui program intervensi non-bedah perdana ini, rumah sakit di daerah kita tidak lagi sekadar menjadi tempat rujukan pasien, melainkan menjadi pusat penanganan tindakan kardiovaskular yang mandiri dengan didampingi langsung oleh para pengampu profesional dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita,” jelas Eva.

Dengan layanan PCI tersebut, manfaat yang dirasakan masyarakat bukan hanya bertambahnya fasilitas kesehatan, tetapi juga akses penanganan jantung yang lebih dekat dan potensi waktu penanganan yang lebih singkat.

“Kita ingin memastikan bahwa warga Lombok Barat yang mengalami kondisi darurat jantung dapat mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat tanpa harus terbebani oleh jarak maupun biaya evakuasi yang mahal,” pungkas Eva.

Peresmian layanan PCI ini dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman PKS pengampuan layanan kardiovaskular serta pelaksanaan intervensi non-bedah perdana.

Kegiatan peresmian dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengampuan layanan kardiovaskular. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten III Setda NTB yang mewakili Wakil Gubernur NTB, Direktur Keuangan dan BMN RSJPD Harapan Kita Jakarta, Pj. Sekda Lombok Barat, Direktur RSUD Provinsi NTB,  Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Direktur RSUD Patut Patuh Patju beserta jajarannya. (F*)

Ket. Foto:

Kegiatan Konferensi Pers peresmian layanan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan ring jantung melalui prosedur non-bedah di RSUD Patuh Patut Patuh Lombok Barat. (Ist) 

- Advertisement -

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |