Kades Sukamanah Gaungkan Perang Lawan Rentenir, Kopdes Merah Putih Siap Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Warga

4 hours ago 6

Kades Sukamanah Gaungkan Perang Lawan Rentenir, Kopdes Merah Putih Siap Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Warga

Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Koperasi Desa (Kopdes) dan Strategi Pembiayaan Produktif Non-Tunai bagi pelaku UMKM Desa Sukamanah yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamanah, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi, jajaran perangkat desa, Ketua Kopdes H. Sutrisno, Wakil Ketua Bidang Usaha Sonni, Ketua BPD, LPM, TP-PKK, Ketua Koperasi Merah Putih, para Kepala Dusun, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga Desa Sukamanah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tercatat sebanyak 222 anggota dari enam kepala dusun hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi desa tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi langkah strategis Pemerintah Desa dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan terbebas dari praktik pinjaman yang memberatkan warga.

“Saya berharap masyarakat Desa Sukamanah dapat memanfaatkan koperasi ini sebagai wadah bersama untuk memperkuat ekonomi keluarga. Jangan lagi bergantung pada pinjaman yang mencekik. Mari kita bangun ekonomi desa dari kekuatan kita sendiri, dari desa, oleh desa, dan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Sukamanah,” tegas Hadi Sutardi.

Ia juga memastikan Pemerintah Desa akan terus memberikan dukungan penuh agar koperasi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Usaha Kopdes, Sonni, menegaskan bahwa gerakan Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program simpan pinjam biasa, melainkan bentuk nyata perlawanan terhadap praktik rentenir yang selama ini membebani masyarakat kecil.

“Ini bukan hanya soal pinjam-meminjam, tetapi gerakan besar untuk merebut kembali perputaran ekonomi Desa Sukamanah dari cengkeraman rentenir. Dengan sistem pembiayaan bahan baku non-tunai, kami ingin memastikan modal benar-benar digunakan untuk usaha produktif dan menghindari risiko kredit macet,” ujar Sonni.

Menurutnya, koperasi hadir sebagai benteng ekonomi desa yang mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing tanpa harus terjerat bunga pinjaman tinggi.

Program pembiayaan produktif non-tunai ini dinilai menjadi langkah inovatif dalam menciptakan sistem ekonomi desa yang sehat dan berkelanjutan. Melalui mekanisme tersebut, modal usaha disalurkan dalam bentuk kebutuhan bahan baku usaha, bukan uang tunai, sehingga penggunaannya lebih tepat sasaran dan produktif.

Kegiatan berlangsung penuh semangat, interaktif, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif sebagai bukti semakin kuatnya semangat gotong royong warga dalam membangun Desa Sukamanah yang mandiri, maju, dan sejahtera.

(Aminah)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |