HarianNusa, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan perkembangan penanganan kecelakaan KMP Putri Yasmin. Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan, sekaligus menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pelayaran.
Gubernur mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih terdapat lima korban yang belum ditemukan. Proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan sesuai dengan ketentuan selama tujuh hari.
“Dari laporan yang kami terima, masih ada lima korban yang belum ditemukan. Pencarian masih dilakukan hingga tujuh hari. Kalau lewat dari tujuh hari belum ditemukan, barulah korban dinyatakan hilang,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (14/8/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan musibah tersebut, mulai dari Tim SAR, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan hingga berbagai instansi dan pihak terkait lainnya.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tim SAR, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta seluruh instansi dan pihak terkait yang telah bekerja sama dalam proses pencarian dan penyelamatan,” katanya.
Menurut Iqbal, musibah tersebut harus menjadi pembelajaran penting untuk memperbaiki sistem keselamatan pelayaran ke depan, khususnya pada pelabuhan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB, seperti Pelabuhan Kayangan-Pototano.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah kesiapan peralatan keselamatan, termasuk alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di kapal maupun fasilitas pelabuhan.
“Misalnya pentingnya memeriksa kesiapan APAR untuk kebakaran. Termasuk menggunakan standar baru APAR yang menggunakan foam, bukan yang menggunakan cairan,” ujarnya.
Selain kesiapan peralatan keselamatan, Gubernur juga menyoroti pentingnya memastikan akurasi data manifest. Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup hanya mencocokkan jumlah penumpang, tetapi juga harus memastikan data kendaraan dan muatan yang diangkut sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Memastikan manifest itu cocok dengan jumlah muatan. Bukan hanya manifest manusia saja, tetapi kendaraan juga harus dipastikan. Apa saja isinya,” tegasnya.
Ia menekankan, jenis muatan kendaraan juga harus menjadi perhatian. Kendaraan yang membawa bahan mudah terbakar, misalnya, perlu ditempatkan pada posisi yang memungkinkan proses evakuasi lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.
“Kalau isinya bahan yang mudah terbakar, maka peletakannya jangan diparkir di dalam sebisa mungkin. Peletakannya di dekat pintu sehingga kalau terjadi apa-apa bisa disorong ke laut,” jelasnya.
Iqbal menilai berbagai catatan tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan standar keselamatan di Pelabuhan Kayangan-Pototano. Evaluasi diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kesiapan teknis dan prosedur menghadapi kondisi darurat.
“Ini pelajaran-pelajaran yang harus kita catat untuk peningkatan di Kayangan-Pototano,” katanya.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Gubernur juga menyampaikan doa bagi para korban serta keluarga yang terdampak. Ia berharap seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan pencarian sehingga korban yang masih belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya. (F*)
Ket. Foto:
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)


















































