HUT RI ke -81 di Lombok Barat Diisi Dzikir, Doa dan Dialog Kebangsaan 

6 hours ago 5

HarianNusa, Lombok Barat – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Barat tahun ini akan digelar dengan suasana yang lebih sederhana. Di tengah kondisi daerah yang sedang menghadapi ujian, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memilih memperkuat ikhtiar spiritual melalui dzikir dan doa.

Wakil Bupati Lombok Barat mengatakan, rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini sengaja tidak dikemas dengan banyak kegiatan yang bersifat meriah. Pemerintah daerah ingin menjadikan momentum HUT RI sebagai ruang untuk bermunajat sekaligus memohon kekuatan dan keberkahan bagi Lombok Barat.

“Saya bersama asisten dan Pj. Sekda menyepakati bahwa acara yang kita pilih adalah dzikir dan doa. Saya sangat yakin bahwa doa ini adalah kekuatan untuk kita semua,” ujar Wakil Bupati, disela kegiatannya, di Becingah Agung, Jumat, (14/8).

Menurutnya, kondisi yang sedang dihadapi Lombok Barat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bersama-sama memohon ampun, bertobat, serta melangitkan doa agar Lombok Barat diberikan kekuatan dalam melewati situasi sulit.

“Mari kita berpikir, memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sungguh-sungguh kita bertobat dan berdoa. Insya Allah, Allah akan menurunkan kekuatan untuk kita semua dan menurunkan keberkahan untuk masyarakat Lombok Barat,” katanya.

Meski sejumlah kegiatan perayaan dikurangi, Wabup memastikan puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus tetap akan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi akan digelar dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat.

Setelah upacara, Pemkab Lombok Barat juga akan menggelar dialog kebangsaan bersama kepala OPD, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang diundang.

Dialog tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun kembali optimisme masyarakat Lombok Barat.

Wabup menegaskan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan tekad bersama membangun daerah.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan maupun kekhawatiran akibat kondisi yang sedang dihadapi Lombok Barat.

“Kita tidak boleh berlarut. Mari kita satukan semangat dan tekad bahwa kita akan kuat bersama-sama melalui badai ini,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian dzikir, doa, upacara, hingga dialog kebangsaan menjadi momentum kebangkitan Lombok Barat.

“Mudah-mudahan dengan keikhlasan hati Bapak Ibu yang berdoa hari ini dan mendoakan seterusnya, Allah betul-betul akan menurunkan keberkahan untuk masyarakat Lombok Barat,” katanya.

Di tengah momentum HUT RI ke-81, pemerintah daerah juga mendorong lahirnya semangat baru untuk membangun birokrasi yang bersih, pemerintahan yang kuat, serta pelayanan publik yang semakin baik.

“Lombok Barat adalah rumah besar kita bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.

Dengan semangat kemerdekaan, doa, kebersamaan, dan komitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan, Lombok Barat diharapkan mampu melewati masa sulit dan menatap masa depan dengan optimisme baru. (F*)

Ket. Foto: 

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha atau yang akrab disapa Wabup UNA, saat diwawancara usai kegiatan di Pembak Lobar. (HarianNusa/fit)

- Advertisement -

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |