Mengharukan Kades Tangkil Fikriana Bersimpuh Cuci Kaki Orang Tua Bukti Pemimpin Berakhlak Mulia
satunews.id – BOGOR – Sebuah momen penuh haru dan sarat nilai keteladanan terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Kepala Desa Tangkil, Fikriana, menunjukkan sikap bakti yang mendalam kepada kedua orang tuanya dengan bersimpuh mencuci kaki mereka sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang seorang anak.Jum’at (13/3/26).
Bogor. Kepala Desa Tangkil, Fikriana,Peristiwa yang menyentuh hati tersebut berlangsung sederhana tanpa seremoni ataupun persiapan khusus. Dengan ketulusan hati, Fikriana mengambil air lalu membasuh kaki sang ayah, Haji Suparman, serta ibunda tercinta, Sumiati, di teras kediaman keluarga.
Momen tersebut bukan sekadar simbol seremonial. Bagi Fikriana, tindakan itu adalah wujud penghormatan tertinggi kepada orang tua yang telah membesarkan, mendidik, dan mendoakannya hingga ia dipercaya memimpin masyarakat Desa Tangkil.
Sebagai seorang kepala desa sekaligus kepala keluarga, Fikriana menegaskan bahwa tanggung jawabnya tidak hanya kepada masyarakat yang dipimpinnya, tetapi juga kepada kedua orang tuanya yang menjadi sumber doa, kekuatan, dan keberkahan dalam hidupnya.
Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan bakti kepada orang tua sebagai salah satu amal yang paling mulia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad, Rasulullah SAW bersabda:
“Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi).
Semangat itulah yang coba dihidupkan kembali oleh Fikriana melalui tindakan sederhana namun penuh makna tersebut.
Di tengah jabatan yang diembannya sebagai pemimpin desa, ia justru memilih kembali kepada nilai dasar kehidupan: menghormati dan memuliakan orang tua.
Saat dikonfirmasi mengenai aksi yang mengharukan tersebut, Fikriana menyampaikan pernyataan penuh kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa jabatan hanyalah amanah sementara, sementara doa orang tua adalah kekuatan yang tidak tergantikan.
“Jabatan ini hanyalah titipan yang sementara, namun doa orang tua adalah bekal selamanya. Saya sadar, tidak ada keberhasilan yang saya raih hari ini tanpa tetesan keringat ayah dan air mata doa ibu. Mencuci kaki mereka adalah cara saya mengingatkan diri sendiri agar tetap membumi. Saya memohon doa tulus dari mereka agar amanah memimpin Desa Tangkil senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT. Tanpa doa mereka, saya bukan siapa-siapa,” ujar Fikriana dengan penuh haru.
Tindakan tersebut langsung menyentuh hati masyarakat di Desa Tangkil. Banyak warga menilai sikap Fikriana sebagai contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya berlandaskan jabatan, tetapi juga nilai moral dan spiritual.
Di tengah zaman yang semakin individualistis, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kekuasaan dan kedudukan, tetapi juga dari akhlak, keteladanan, serta penghormatan kepada orang tua.
Bagi masyarakat, seorang pemimpin yang mampu memuliakan orang tuanya diyakini akan memiliki hati yang sama tulusnya dalam memuliakan dan melayani rakyatnya.
Langkah yang ditunjukkan oleh Kades Tangkil ini pun menjadi oase moral di tengah derasnya arus zaman—bahwa sebelum memimpin masyarakat, seorang pemimpin sejatinya harus terlebih dahulu bersimpuh kepada orang tuanya.
(Amh/Tim)**

7 hours ago
4


















































