Alat Berat Long Arm Siap Beroperasi, Sungai Cikapundung dan Cigede Segera Dibersihkan dari Sedimen

5 hours ago 4

Satunya.id

DAYEUHKOLOT – Upaya penanggulangan banjir di wilayah Dayeuhkolot terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Bandung yang diteruskan melalui Dandim 0624/Kabupaten Bandung, alat berat jenis long arm lengkap dengan ponton mulai disiagakan untuk melakukan pengerukan sedimen di Sungai Cikapundung dan Sungai Cigede, Senin (22/6/2026).

Danramil 2407/Dayeuhkolot, Kapten Inf Asep Yohana, menegaskan pihaknya  mendukung penuh langkah-langkah yang telah diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bandung dalam upaya mengurangi risiko banjir di kawasan Dayeuhkolot.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, keberadaan kolaborasi Pentahlix yang telah terbentuk di Dayeuhkolot menjadi kekuatan utama dalam membangun sinergi lintas sektor.

“Atas instruksi Bupati Bandung yang diteruskan melalui Dandim, kami di tingkat kewilayahan siap mendukung penuh. Pentahlix yang sudah terbentuk di Dayeuhkolot harus terus diperkuat dengan dukungan Forkopimcam, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, dan seluruh stakeholder,” ujar Kapten Asep di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, melalui komunikasi dan koordinasi yang dibangun bersama para pelaku usaha, sejumlah dukungan berhasil dihimpun. Salah satunya berupa penyediaan alat berat long arm yang dilengkapi ponton sehingga dapat beroperasi langsung di badan sungai untuk melakukan pengerukan sedimen.

“Hari ini alat berat sudah dilakukan setting. Selama satu bulan ke depan, alat tersebut akan digunakan secara maksimal untuk membersihkan sedimen di Sungai Cikapundung dan Sungai Cigede sehingga dapat mengurangi risiko luapan air saat musim hujan,” katanya.

Kapten Asep mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap penanganan banjir di Dayeuhkolot.

“Jika banjir dapat dikurangi dan genangan lebih cepat surut, tentu aktivitas masyarakat maupun karyawan perusahaan akan lebih optimal. Karena itu kami akan terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang belum terlibat agar bersama-sama mendukung program ini,” tambahnya.

Selain fokus pada normalisasi sungai, Danramil juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam pengelolaan limbah agar tidak mencemari sungai dan saluran air.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program penataan sungai harus dibarengi dengan komitmen seluruh pihak dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah pencemaran.

Kapten Asep juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai.

“Sampah harus dipilah. Yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali, sementara yang tidak produktif harus dibuang sesuai aturan ke TPS. Jangan membuang sampah ke sungai karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh kita sendiri,” tegasnya.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung, TNI, Polri, Forkopimcam, dunia usaha, serta kolaborasi Pentahlix yang semakin kuat, upaya normalisasi Sungai Cikapundung dan Sungai Cegede diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi risiko banjir.

(Asp).

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |