Satunews.id
DAYEUHKOLOT, – Kondisi Terestek Irigasi Cipalasari yang mengarah ke saluran Kolam Retensi BBS menjadi perhatian Tim Pentahelix Dayeuhkolot. Kurangnya perawatan pada infrastruktur tersebut menyebabkan tumpukan sampah dan sedimen menyumbat aliran air. Akibatnya, saat hujan deras, aliran air tidak berjalan lancar dan kerap meluap ke badan jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, Minggu (31/5/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Tim Pentahelix Dayeuhkolot bersama Relawan Prima Citeureup bergerak melakukan aksi pembersihan sampah yang tersangkut di area terestek sebagai langkah untuk mengembalikan kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan.
Selain membersihkan sampah, Tim Pentahelix dan Relawan Prima juga turut membantu kegiatan pengangkatan sedimen bersama BBWS Citarum di area Kolam Retensi BBS. Sedimen yang mengendap selama ini dinilai telah mengurangi kapasitas tampung kolam dan memperlambat aliran air menuju saluran pembuangan.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi Terestek Irigasi Cipalasari tidak hanya dipenuhi sampah dan sedimen, tetapi juga mengalami kerusakan pada sejumlah bagian konstruksi. Bahkan, pintu air yang sebelumnya berfungsi mengatur debit dan arah aliran air kini sudah tidak ada, sehingga fungsi pengendalian aliran air tidak lagi berjalan optimal.
Sebagai komunitas yang selama ini fokus pada upaya penanganan banjir, Pentahelix Dayeuhkolot merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengambil langkah nyata di lapangan meskipun kewenangan pemeliharaan infrastruktur tersebut berada pada instansi terkait.
“Kami memahami bahwa perawatan dan pemeliharaan terestek ini menjadi kewenangan pihak yang membidangi sumber daya air. Namun sebagai bagian dari elemen masyarakat yang peduli terhadap penanganan banjir, kami tidak bisa hanya menunggu. Melihat tumpukan sampah yang sudah lama tidak dibersihkan dan berpotensi menghambat aliran air, kami bersama relawan mengambil inisiatif untuk melakukan pembersihan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar perwakilan Pentahelix Dayeuhkolot.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan komitmen bersama dalam mendukung percepatan penanganan banjir melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara kolaboratif.
Pentahelix Dayeuhkolot berharap kegiatan pembersihan sampah ini dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk melakukan penanganan yang lebih menyeluruh terhadap kondisi saluran dan infrastruktur.
“Kami berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pihak yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan dan pemeliharaan saluran irigasi. Setelah dibersihkan, kami berharap tidak lagi terjadi hambatan aliran air yang menyebabkan luapan ke badan jalan saat hujan deras,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penanganan jangka panjang tetap diperlukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Namun untuk jangka panjang, tentu diperlukan perbaikan infrastruktur dan pemeliharaan rutin agar masalah serupa tidak terus berulang,” tambahnya.
Pentahelix Dayeuhkolot menilai, apabila kondisi kerusakan dan penyumbatan terus dibiarkan, potensi luapan air dan genangan di kawasan Dayeuhkolot akan terus berulang setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.
“Penanganan banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak. Di satu sisi diperlukan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sementara di sisi lain infrastruktur pengendali air yang rusak juga harus mendapatkan perhatian dan pemeliharaan secara berkala agar dapat berfungsi optimal.
“Semoga langkah kecil yang kami lakukan hari ini dapat menjadi pemicu hadirnya penanganan yang lebih komprehensif dari seluruh pihak terkait,” pungkasnya. (Asp )

4 hours ago
3


















































