Pringsewu, Lampung – Operasi pencarian korban terseret arus sungai di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, resmi dihentikan setelah tujuh hari tidak membuahkan hasil, Sabtu 11 April 2026.
Korban diketahui bernama Riza Kurniawan alias Eza (28), warga Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran yang menikah dengan warga Pekon Rantau Tijang Kecamatan Pardasuka.
SAR Tanggamus, Tri Wardoyo, menyampaikan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan.
“Seluruh area prioritas sudah kami sisir baik melalui jalur air maupun darat, namun hingga hari terakhir korban belum ditemukan,” kata Tri Wardoyo.
Ia menjelaskan, pada hari terakhir operasi, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan pencarian di lokasi.
“SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Way Sekampung sejauh kurang lebih 6 kilometer, sementara SRU kedua melakukan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian dan tepian sungai,” jelasnya.
Menurutnya, tim juga telah mengerahkan berbagai peralatan pendukung guna membantu proses pencarian di bawah permukaan air.
“Kami mengoptimalkan penggunaan Aqua Eye, Underwater Searching Device (UWSD), serta peralatan selam untuk mendeteksi keberadaan korban,” bebernya.
Namun demikian, lanjut Tri, kondisi di lapangan menjadi kendala dalam proses pencarian diantaranya banyaknya sampah yang menumpuk.
“Banyaknya tumpukan sampah di beberapa titik sungai diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban, sehingga cukup menyulitkan tim saat melakukan penyisiran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, keputusan penghentian operasi diambil melalui kesepakatan bersama pihak keluarga korban.
“Setelah dilakukan musyawarah dengan keluarga, operasi SAR resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang,” imbuhnya.
Meski operasi telah ditutup, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi kepada pihak terkait di sepanjang aliran sungai.
“Kami telah berkoordinasi dengan penjaga bendungan, dan apabila ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali,” tegasnya.
Tri juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi keberadaan korban.
“Kami berharap masyarakat dapat segera memberikan informasi kepada Basarnas jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” pungkasnya.
Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini telah dikembalikan ke satuan masing-masing, dan Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak selama proses pencarian berlangsung.

13 hours ago
14


















































