Satunews.id, Aceh Timur – Seorang gadis berusia 20 tahun bernama Neisya Salbila, warga Dusun Titi Puteh, Desa Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan meninggalkan rumah sejak 19 Januari 2026 dan hingga kini belum kembali.
Ibu kandung Neisya, Hastamal, menyampaikan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena khawatir terhadap kondisi putrinya yang pergi tanpa kabar.
Menurut penuturan Hastamal, pada 19 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, Neisya sempat mengantarnya ke tempat kerja di MBG. Namun setelah itu, Neisya mengirimkan pesan WhatsApp kepada kakaknya, Hayatul, yang berisi permintaan untuk mengambil kendaraan yang dititipkan di rumah temannya, dengan alasan akan kembali keesokan harinya.
“Mendengar pesan itu, saya langsung mencoba menghubungi Neisya melalui telepon dan WhatsApp, namun tidak ada jawaban,” ujar Hastamal.
Keesokan harinya, 20 Januari 2026, keluarga menerima pesan WhatsApp dari seorang pria berinisial AB yang merupakan menantu keluarga, menyatakan bahwa Neisya berada bersamanya.
Hastamal mengaku sempat meminta AB agar memulangkan Neisya, namun komunikasi terputus setelah itu.
Diketahui, AB merupakan menantu keluarga yang istrinya telah meninggal dunia pada 12 Desember 2025.
Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke kepolisian. Keluarga menduga Neisya berada bersama AB, meskipun belum ada kepastian terkait kondisi dan keberadaannya saat ini.
Selain itu, keluarga juga menerima informasi yang belum terkonfirmasi terkait kabar bahwa Neisya telah menikah dengan AB. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari pihak keluarga, terutama terkait keabsahan pernikahan dan wali nikah.
Saat mencoba mencari informasi ke pihak keluarga AB di salah satu desa di Kecamatan Peudawa, pihak keluarga disebut tidak memberikan keterangan yang jelas.
“Kami hanya berharap Neisya bisa segera pulang. Jika memang sudah menikah, setidaknya kami sebagai orang tua diberitahu,” ujar Hastamal, Selasa (31/03/2026).
Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak menutup diri, namun menginginkan segala sesuatu diselesaikan secara baik-baik dan sesuai dengan norma serta aturan yang berlaku.
“Orang tua mana yang tidak khawatir. Kami hanya ingin anak kami pulang, dan jika ada persoalan, mari diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan masalah,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak keluarga masih berharap adanya itikad baik dari pihak terkait serta kejelasan mengenai kondisi dan keberadaan Neisya Salbila.
(red)

8 hours ago
9


















































