Makanan Bergizi Nasional Diarak, Kualitasnya Nyaris Kadaluarsa
satunews.id – Bekasi – Program Makanan Bergizi Nasional (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik kini menuai sorotan di lapangan. Dugaan perlakuan berbeda antara siswa sekolah negeri dan swasta mencuat setelah ditemukannya sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut di wilayah Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.Rabu,(11/03/2026)
Kejadian ini dilaporkan terjadi di lingkungan pendidikan yang berada di Jalan Pasirandu, yakni SDIT Al-Fattah serta SMP–SMK Darma Asih. Pihak sekolah melalui salah satu kepala yayasan menyampaikan adanya persoalan terkait kualitas makanan yang diterima siswa dalam program MBG tersebut.
Menurut keterangan yang disampaikan, beberapa paket makanan yang dibagikan kepada siswa diduga sudah mendekati masa kedaluwarsa bahkan hampir basi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait standar kelayakan konsumsi bagi para pelajar.
Selain itu, muncul pula pertanyaan terkait mekanisme distribusi dan standar kualitas makanan dalam program MBG. Pihak sekolah menilai bahwa pelaksanaan di lapangan diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan konsep program yang dicanangkan pemerintah, yang seharusnya memastikan makanan bergizi, layak konsumsi, dan merata bagi seluruh siswa tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendidik dan orang tua murid. Mereka berharap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda tidak justru menimbulkan persoalan baru.
Sejumlah pihak meminta agar instansi terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap proses penyediaan serta distribusi makanan dalam program MBG, mulai dari tahap produksi, pengemasan, hingga penyaluran ke sekolah-sekolah.
Solusi yang Diharapkan
Untuk menjaga integritas program nasional tersebut, beberapa langkah dinilai perlu segera dilakukan, antara lain:
Audit kualitas makanan oleh dinas terkait untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan terpenuhi.
Pengawasan distribusi yang transparan, agar tidak terjadi perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta.
Evaluasi terhadap penyedia atau vendor makanan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa dan kualitas produk sebelum dibagikan kepada siswa.
Pelibatan pihak sekolah dan orang tua dalam proses monitoring agar program berjalan sesuai tujuan pemerintah.
Program MBG pada dasarnya merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, berbagai pihak berharap pelaksanaan di lapangan benar-benar dijalankan secara profesional, transparan, dan adil, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di Indonesia.
(A/Hermanto) **

5 hours ago
3


















































