Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Gunungsari menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka pemilihan kepengurusan MUI masa khidmat 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa, Minggu (26/04/2026), berjalan khidmat, tertib, dan sarat nilai kebersamaan.
Musyawarah tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gunungsari, Uwes Wijaya, S.E., unsur BPD, LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Proses pemilihan juga disaksikan oleh perwakilan Kecamatan Citeureup yang dipimpin Drs. Solahudin selaku Sekretaris MUI Kecamatan beserta tim, memastikan jalannya forum berlangsung transparan dan demokratis.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungsari menegaskan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah desa dalam menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Sinergi antara ulama dan pemerintah desa adalah fondasi penting dalam menjaga ketentraman dan memperkuat kehidupan bermasyarakat. Kami berharap kepengurusan MUI yang baru mampu menjadi pengayom, penyejuk, sekaligus pemersatu umat,” tegas Uwes Wijaya.
Ia juga menekankan bahwa pemimpin yang dipilih melalui forum musyawarah harus memiliki integritas, kapasitas keilmuan, serta keteladanan moral yang kuat.
“Musyawarah ini bukan sekadar memilih struktur organisasi, tetapi menentukan arah pembinaan umat ke depan. Sosok yang terpilih harus mampu menjaga akhlak masyarakat dan menjadi rujukan dalam kehidupan keagamaan,” tambahnya.
Hasil Musdes menetapkan keberlanjutan kepemimpinan sebelumnya, dengan kembali terpilihnya Drs. A. Mahfudin sebagai Ketua MUI Desa Gunungsari periode 2026–2031. Ia akan didampingi oleh Kiyai H. Asep Saepuloh sebagai Sekretaris dan Badri Mukhtar sebagai Bendahara.
Dalam pernyataannya, Ketua terpilih Drs. A. Mahfudin menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah, membina umat, serta menjaga nilai-nilai keagamaan di Desa Gunungsari,” ungkapnya penuh khidmat.
Senada dengan itu, Kiyai H. Asep Saepuloh menegaskan kesiapan jajaran pengurus untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program keumatan.
“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, agar MUI semakin hadir dan dirasakan manfaatnya secara nyata,” ujarnya.
Kegiatan Musdes ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan soliditas dan komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya.
Dengan terpilihnya kembali kepengurusan lama, diharapkan MUI Desa Gunungsari semakin kokoh sebagai pilar moral dan spiritual, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘Aalamiin. (Aminah)

12 hours ago
8


















































