Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

12 hours ago 8

Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe

Satunews.id, Kota Bandung, 13 Juni 2026 – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaruh perhatian serius terhadap kenaikan harga kedelai yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap para perajin tahu dan tempe yang menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan sekaligus penyedia sumber protein terjangkau bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa harga kedelai saat ini telah menembus angka di atas Rp10.000 per kilogram dan mendekati Rp11.000 per kilogram. Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar global karena sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harga kedelai saat ini sudah berada di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena merupakan komoditas impor, pergerakan harganya sangat dipengaruhi mekanisme pasar global,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).

Farhan menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga komoditas impor. Namun demikian, Pemkot Bandung terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin tahu dan tempe agar tetap dapat berproduksi.

Salah satu langkah yang didorong adalah peningkatan efisiensi produksi di tingkat pelaku usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu perajin menghadapi tekanan biaya bahan baku tanpa harus menghentikan aktivitas usahanya.

“Kami mengimbau para perajin tahu dan tempe untuk melakukan efisiensi dalam proses produksi. Yang paling penting, kegiatan produksi jangan sampai berhenti,” katanya.

Selain mendorong efisiensi, Pemkot Bandung juga berupaya menjaga kelancaran distribusi serta akses pemasaran produk tahu dan tempe di berbagai wilayah. Stabilitas rantai pasok dinilai penting untuk memastikan produk tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi produk berbahan dasar kedelai tetap terjaga meskipun terjadi kenaikan harga.

“Kita harus menjaga keseimbangan antara harga dan kemampuan masyarakat untuk membeli. Tahu dan tempe merupakan kebutuhan penting yang harus tetap terjangkau,” ujar Farhan.

Menurutnya, industri tahu dan tempe memiliki peran strategis tidak hanya sebagai sumber pangan bergizi, tetapi juga sebagai sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja dan mendukung perekonomian masyarakat.

Karena itu, Farhan mengajak para pelaku usaha untuk tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir melalui berbagai kebijakan yang mendukung keberlangsungan usaha masyarakat.

“Yang terpenting adalah memastikan produksi tahu dan tempe tetap berjalan, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan roda perekonomian tetap bergerak,” pungkasnya.

(drj)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |