Camat Kankan Apresiasi RW 17 Desa Lengkong, Sampah Dikelola hingga Bernilai Ekonomi

8 hours ago 9

Satunews.id

BOJONGSOANG – Camat Bojongsoang Kankan Taufik mengapresiasi keberhasilan warga RW 17 Desa Lengkong dalam membangun sistem pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai elemen lainnya, sampah diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga hampir tidak ada yang terbuang ke lingkungan. Kamis ( 25/6/2026 ).

Dalam sistem yang diterapkan, warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik yang memiliki nilai ekonomi, dan sampah residu. Sampah organik diolah melalui budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali dikelola melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa Lengkong dan Koperasi Desa Merah Putih menggunakan teknologi insinerator atau Mesin Olah Runtah (Motah). Abu hasil pengolahan kemudian dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan batako sehingga mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Camat Bojongsoang, Kankan Taufik, mengatakan pola pengelolaan sampah seperti yang dilakukan RW 17 perlu menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kecamatan Bojongsoang.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya memindahkan sampah dari rumah ke tempat lain. Yang terpenting adalah bagaimana sampah dapat diselesaikan dari sumbernya. Apa yang dilakukan warga RW 17 Desa Lengkong menunjukkan bahwa dengan kemauan, inovasi, dan partisipasi masyarakat, sampah bisa memiliki nilai ekonomi dan tidak menjadi beban lingkungan,” ujar Kankan di lokasi

Selain melibatkan warga, program ini juga mendapat dukungan aktif dari Tim Penggerak PKK RW 17 melalui program BALIKA (Balik ka Alam). Melalui program tersebut, minyak jelantah diolah menjadi lilin, sementara sampah anorganik dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Kankan berharap model pengelolaan sampah mandiri yang diterapkan RW 17 Desa Lengkong dapat direplikasi oleh RW lain di seluruh wilayah Bojongsoang.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Kami ingin setiap RW memiliki kesadaran bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Jika semua bergerak bersama, persoalan sampah dapat ditangani dengan lebih baik dan lingkungan menjadi lebih nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. ( Asp)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |