Melalui Kolaborasi Pentahelix, Saluran yang 20 Tahun Dangkal Akhirnya Dinormalisasi

3 hours ago 3

Satunews.id

Kab Bandung — Warga menyambut pelaksanaan normalisasi saluran air yang dilaksanakan oleh Pentahelix Dayeuhkolot yang melintasi wilayah RW 12, RW 10, dan RW 09 Desa Dayeuhkolot dengan antusias. Pasalnya, berdasarkan informasi dan pengakuan warga setempat, saluran tersebut baru kembali dilakukan normalisasi setelah kurang lebih 20 tahun. Jumat (08/5/2026).

Kegiatan normalisasi dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, pengerjaan normalisasi berhasil menyelesaikan sekitar 400 meter saluran. Selanjutnya pada hari kedua pekerjaan dilanjutkan sepanjang 300 meter, dan di hari ketiga mencapai 270 meter.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan normalisasi ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Kegiatan juga mendapat dukungan dan bantuan dari Prima serta B3S Dayeuhkolot yang turut terlibat dalam proses pengerjaan di lapangan.

Salah seorang warga Sugiono (57) menyampaikan bahwa kegiatan kali ini berbeda dari sebelumnya karena normalisasi dilakukan hingga pengangkatan sedimen di dasar saluran.

“Baru kali ini ada normalisasi yang benar-benar mengangkat sedimen dari dalam saluran. Biasanya kami bersama warga rutin gotong royong sebulan sekali, tapi hanya membersihkan sampah di permukaan, tidak sampai pengerukan sedimen seperti sekarang,” ungkap warga di lokasi

Warga juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua unsur pentahelix, termasuk Prima dan B3S Dayeuhkolot yang sudah membantu pelaksanaan normalisasi ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya benar-benar akan dirasakan masyarakat,” ujar warga lainnya.

Menurut warga, keterlibatan berbagai pihak memberikan dampak nyata terhadap percepatan penanganan saluran yang selama ini mengalami pendangkalan cukup parah dan menjadi penyebab tersendatnya aliran air di lingkungan permukiman.

” Kami masyarakat berharap kegiatan normalisasi dapat dilakukan secara berkala agar kondisi saluran tetap terjaga dan mampu mengurangi potensi banjir di wilayah RW 12, RW 10, dan RW 09. Tentu ini menjadi harapan baru bagi lingkungan yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan pendangkalan saluran dan aliran air yang tidak optimal, terutama saat curah hujan tinggi,” pungkasnya

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |