Indramayu, Satu News.Id – Miris puluhan rumah warga desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Jawabarat, sering mengalami air pasang dari saluran sekunder dan kali Maja ke jalur Perbatasan kecamatan Cantigi penyebab Air meluap dari tutupan Lampah sampai tutupan Tambak
sepanjang kali di penuhi Eceng Gondok sampai tidak kelihatan Sungai
Begitu juga saluran air Sekunder dari Depan Kantor Desa Cidempet sampai tutupan Blok Kalen Paluh Desa Pranggong. Padahal saluran tersebut baru di bangun. Grafik di blok RT 07 sampai RT 09, terhimpit dua saluran besar . Rumah warga berada di tengah- tengah kali Jalur Cipelang dan Jalur saluran Sekunder

ketika air sekuder besar langsung meluap ke Rumah- Rumah warga sekitar. Ini sering terjadi namun , pemerintah desa dan dari pihak PU Pengairan setempat belum memberikan Solusi.
Menurut keterangan Tokoh Masyarakat Yang Rumahnya tetgenang Air hingga masuk ke rumah nya. Dongol 51 tahun Menerangkan ke Wartawan. Pada 18 Januari 2026. Saya dan anak – anak sangat merasakan kaya tinggal di Bantaran kali .
Karena rumahku serung terendam , sepanjang malam selalu di hantuai ketakutan dengan aliran Listrik
saluran kabel listrik yang berada di rumah . Kalau bocor kena Air bisa nyetrum saya sekeluarga. Padahal Saya mengadu pada RT 07 . Agar menyampaikan ke Kuwu Desa Pranggong Sayripudin. Agar Melihat Langsung Rumah – Rumah yang kena dampak meluapnya Air dari Saluran Sekunder
Dongol menambahkan kalau Jalan Depan Rumah Warga sepanjang 1 km lebih . Gar di Bangun dengan menggunakan Redimik ( Beton ) Saya yakin Air ga bakal bisa melampoi Jalan tersebut ungkapnya. Keterangan terpisah di jelaskan Sesepuh Petani H Camut. Saya jadi petani sudah ber puluh- puluh tahun, melihat saluran sekunder di desa pranggong. Areal pesawahan blok kalen palu sampai Pulo gosong.
Dulu menjelang musim tanem . Air bisa di atur. Saatnya di buang bisa cepat saat mau di ambilpun Gampang, namun sekarang . Iya melihat bangunan Sekundernya si bagus di Cor Beton. Namun bisanya meluap ke sawah – sawah bahkan ke Rumah warga karna jarang ada pintu – pintu dan tidak adanya saluran semurub . Sehingga yang repot kita para petani. Apa lagi sampai ke Rumah- Rumah warga. Makanya saya minta pada Pemerintahan Desa khususnya Raksa Bumi. Tolong keliling , jangan pake Sepatu. Lihat Petani lihat warga. Kita lihat Raksa Bumi di Kantor Mulu. Yang kita tau kesini tugasnya di Petani – petani ujarnya.
Tim media mencoba menghubungi Kuwu. Via whasap tidak nyambung mencoba mendatangi Lurah Sono. Untuk menyampaikan ke Kuwu Desa Pranggong ada awak Media Hendak konfirmasi. Jawab lurah tidak ada jawaban dari Kuwu siap atau tidaknya ucap Lurah Sono. Hingga berita ini di turunkan Kuwu Desa Pranggong enggan menemuinya.
(Masno)

5 days ago
25


















































