Pemkot Cimahi Pantau Harga Sembako Jelang Idulfitri, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu per Kilogram

8 hours ago 6

Cimahi, Satunews.id – Pemerintah Kota Cimahi melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta kepatuhan pedagang terhadap ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Monitoring tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Cimahi bersama anggota yakni dari Komisi I dan dari Komisi II, serta didampingi jajaran .

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik perdagangan di wilayah , baik pasar rakyat maupun ritel modern.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil menjelang Idulfitri.

“Hari ini kami bersama DPRD Kota Cimahi dan Disdagkoperin melakukan pemantauan harga di pasar tradisional maupun pasar modern. Secara umum harga masih relatif stabil,” ujarnya.

Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas cabai rawit merah atau yang dikenal masyarakat sebagai cengek domba, yang saat ini mencapai sekitar Rp80.000 per kilogram. Sementara harga cabai merah keriting dan cabai merah tanjung masih berada di kisaran di bawah Rp40.000 per kilogram.

Untuk komoditas protein hewani, harga terpantau stabil. Daging sapi di pasar tradisional maupun ritel modern berada di kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging ayam sekitar Rp40.000 per kilogram dan telur ayam ras sekitar Rp30.000 per kilogram.

Adhitia berharap kondisi harga tersebut tetap stabil hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Mudah-mudahan hingga satu minggu ke depan sampai hari H Idulfitri kondisi harga tetap stabil,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Disdagkoperin terus melakukan pemantauan harga secara berkala setiap hari untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun gangguan distribusi bahan pokok.

Apabila terjadi gejolak harga di pasar, pemerintah telah menyiapkan langkah intervensi melalui operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Selain itu, pengawasan juga melibatkan unsur kepolisian melalui Satgas Pangan serta tim penegakan hukum di bidang ekonomi. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan pedagang yang menjual komoditas melebihi ketentuan harga eceran tertinggi.

“Pasokan sembako aman, distribusi juga lancar, termasuk ketersediaan BBM yang tetap terjaga,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap penjualan parcel Lebaran yang mulai beredar di pusat perbelanjaan.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, , menekankan pentingnya transparansi informasi produk bagi konsumen. Menurutnya, parcel yang berisi berbagai produk makanan harus mencantumkan informasi yang jelas mengenai jenis barang dan masa kedaluwarsa produk.

“Karena parcel merupakan barang yang dikemas dalam satu paket, konsumen sering kesulitan mengetahui masa kedaluwarsa produk di dalamnya. Oleh karena itu, informasi barang dan tanggal kedaluwarsa harus tetap dapat diakses oleh konsumen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan tersebut bersifat preventif untuk memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga. Hingga saat ini, Kota Cimahi belum pernah mengalami kasus terkait produk kedaluwarsa dalam parcel.

Pemerintah Kota Cimahi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran perdagangan di lapangan. Pengawasan akan terus diperkuat melalui tim gabungan bersama unsur TNI dan Polri serta jejaring kewilayahan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Melalui pemantauan rutin ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.

(tini)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |