Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Warga, Bersih Lingkungan Harus Jadi Kebiasaan! Konsisten, Bukan Musiman

4 hours ago 7

Kab. Bandung ( Satunews.id ) – Menindaklanjuti surat himbauan Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot, kegiatan bersih-bersih lingkungan pasca banjir hingga hari ini masih terus dilakukan secara masif di sejumlah desa dan kelurahan. Minggu ( 3/04/2026 ).

Aksi ini melibatkan berbagai unsur kewilayahan, mulai dari aparat desa, pengurus RW/RT, relawan, hingga masyarakat yang bahu-membahu memulihkan kondisi lingkungan. Koordinasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan juga terus diperkuat untuk memastikan himbauan berjalan efektif

Untuk hari ini, kegiatan bersih-bersih di wilayah Desa Citeureup, meliputi: RW 05, RW 16, RW 11 dan RW 14.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di RW 14, tepatnya di kawasan jembatan kereta api, menjadi salah satu titik krusial yang kerap membludak saat Sungai Citarum meluap. Kondisi ini menjadikan lokasi sebagai prioritas dalam kegiatan pembersihan guna mengurangi potensi penumpukan sampah yang memperparah banjir.

Sementara itu di RW 11, kegiatan berlangsung di Jalan Radio, di mana ketua RW bersama warga terlihat turun langsung membereskan sampah di lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata menjaga kebersihan.

Selain itu, giat juga dilakukan pembersihan sampah di saluran air dan bantaran Sungai Citarum, tepatnya di RT 05 RW 05. Upaya ini penting guna mengantisipasi penyumbatan aliran air yang berpotensi memicu banjir susulan.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto mengajak bahwa kegiatan bersih lingkungan harus terus di jalankan.

“Bersih sampah jangan hanya sebatas himbauan. Harus ada keberlanjutan dan konsistensi di lapangan. Lingkungan yang bersih dan drainase yang tidak tersendat adalah kunci utama mencegah banjir kembali terjadi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan

Pentahelix Dayeuhkolot turut mengimbau kepada wilayah lain yang telah atau akan melaksanakan kegiatan serupa untuk terus berkoordinasi dan melaporkan pelaksanaannya, sebagai bagian dari penguatan sinergi antar wilayah.

“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya pemulihan pasca banjir ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu membentuk budaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (**)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |