Satunews.id
KABUPATEN BANDUNG – Sejak dibentuk sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam penanganan berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan, Pentahelix Dayeuhkolot terus mencatatkan berbagai langkah nyata bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat. Selasa (16/6/2026).
Mulai dari kegiatan pembersihan drainase, pengangkatan sampah di saluran air, penyedotan genangan banjir, hingga mendorong keterlibatan puluhan perusahaan dalam penanganan banjir, seluruh upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Dayeuhkolot yang lebih baik.
Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut adalah terealisasinya normalisasi Saluran Irigasi Cipalasari yang selama bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat. Normalisasi Saluran Irigasi Cipalasari dilaksanakan melalui sinergi antara Pentahelix Dayeuhkolot, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, DPUTR Kabupaten Bandung, BBWS Citarum, serta berbagai pihak lainnya.
Program yang telah lama dinantikan masyarakat ini menjadi momentum penting dalam upaya mengembalikan fungsi saluran yang selama puluhan tahun mengalami sedimentasi dan penyempitan. Pekerjaan normalisasi dimulai sejak 13 Mei 2026 dengan memadukan pengerjaan menggunakan alat berat dan metode manual.
Dari total panjang saluran sekitar 2,5 kilometer, sepanjang 1 kilometer dikerjakan menggunakan alat berat, sementara 1,5 kilometer lainnya dilakukan secara manual. Pengerjaan dimulai dari kawasan Jembatan Sekegoong hingga Polder Cigede.
Selain pengerukan dan normalisasi saluran, berbagai program pendukung juga berhasil direalisasikan melalui kolaborasi lintas sektor. DPUTR Kabupaten Bandung melaksanakan pemasangan pintu air dan U-Ditch di sejumlah titik, sementara BBWS Citarum membangun enam titik duckbill di kawasan Leuwi Bandung serta Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 170 meter.
Pentahelix Dayeuhkolot juga terus mengawal berbagai program penanganan banjir melalui koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, BBWS Citarum, DPUTR Kabupaten Bandung, Bina Marga, PLN, dan Telkom. Hingga saat ini, sebanyak 35 perusahaan telah terlibat aktif dalam kolaborasi penanganan banjir dari total 87 perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.
Di tingkat masyarakat, kolaborasi juga diwujudkan melalui berbagai aksi gotong royong bersama Relawan PRIMA Citeureup dan unsur masyarakat lainnya. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pembersihan drainase lingkungan, pengangkatan sampah yang menyumbat saluran air, serta penyedotan genangan di sejumlah titik terdampak banjir.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga fungsi saluran air sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan bahwa terealisasinya normalisasi Cipalasari merupakan kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang telah lama dihadapi.
“Alhamdulillah, berbagai pihak dapat duduk bersama dan bergerak bersama untuk kepentingan masyarakat. Normalisasi Cipalasari ini bukan hanya pengerukan saluran, tetapi juga simbol kuatnya gotong royong dan kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, catatan perjalanan Pentahelix Dayeuhkolot dalam mengawal berbagai aspirasi masyarakat dan juga hasil mitigasi lapangan hingga terwujudnya normalisasi Cipalasari bahwa sinergi yang dibangun secara konsisten mampu menghasilkan perubahan di lapangan.
“Kolaborasi yang kami bangun tidak hanya terkait normalisasi Cipalasari. Bersama Relawan PRIMA Citeureup, masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, kami juga melakukan pembersihan drainase, pengangkatan sampah di saluran air, hingga penyedotan genangan di sejumlah titik. Semua ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.
“Semoga kolaborasi yang telah terjalin ini terus berlanjut sehingga berbagai program penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur lainnya dapat direalisasikan secara bertahap demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Dayeuhkolot,” pungkas Tri Rahmanto. (Asp).

5 hours ago
5


















































