Sopir Angkot Cibinong–Cileungsi Diduga Ugal-ugalan, Nyawa Penumpang Seolah Dipertaruhkan

7 hours ago 11

Satunews.id, Cibinong, Bogor — Perilaku sopir angkutan kota jurusan Cibinong–Cileungsi kembali menuai sorotan. Alih-alih memberikan rasa aman dan nyaman, sejumlah sopir justru diduga mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan tanpa mengindahkan keselamatan penumpang, Selasa, 9 April 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan serta keluhan masyarakat, para sopir kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, saling menyalip tanpa perhitungan, hingga berhenti mendadak di sembarang titik. Kondisi ini tidak hanya membahayakan penumpang di dalam kendaraan, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Salah satu penumpang mengaku sering mengalami situasi berbahaya saat menggunakan angkot di jalur tersebut. Sopir kerap ngebut dan mengerem mendadak hingga penumpang terhuyung. Selain itu, cara berbicara yang kasar juga menambah ketidaknyamanan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya soal cara berkendara, sikap sopir terhadap penumpang juga menjadi sorotan. Sejumlah sopir disebut bersikap arogan, membentak, hingga enggan menurunkan penumpang di tempat yang semestinya. Kondisi ini mencerminkan lemahnya etika pelayanan dalam transportasi publik.

Bahkan, beberapa warga menyebut perilaku ugal-ugalan ini kerap terjadi pada jam sibuk, saat sopir berlomba mengejar setoran. Situasi tersebut membuat jalanan semakin rawan dan meningkatkan risiko kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja.

Ironisnya, praktik ini seakan berlangsung tanpa pengawasan dan penindakan tegas dari pihak terkait. Padahal, keselamatan penumpang merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar.

Pengamat transportasi menilai lemahnya pengawasan serta minimnya sanksi membuat pelanggaran terus berulang. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menjadi bom waktu karena keselamatan pengguna jalan dipertaruhkan setiap hari.

Selain membahayakan, kondisi ini juga mencoreng citra transportasi umum yang seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat. Kepercayaan publik terhadap angkutan kota pun terancam menurun jika tidak segera dilakukan perbaikan.

Masyarakat pun mendesak Dinas Perhubungan dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Penertiban, pembinaan, hingga pencabutan izin bagi sopir yang melanggar dinilai perlu dilakukan untuk memberikan efek jera.

Transportasi publik seharusnya menjadi solusi mobilitas, bukan justru menjadi ancaman. Sudah saatnya praktik ugal-ugalan dan arogansi sopir angkot di jalur Cibinong–Cileungsi dihentikan sebelum menimbulkan korban yang lebih besar.

(Aminah/red)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |