HarianNusa, Mataram – Jumlah jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga saat ini mencapai belasan orang. Kemenhaj NTB memastikan pendampingan terhadap keluarga terus dilakukan, termasuk melalui kunjungan takziah ke sejumlah daerah asal jemaah.
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB mencatat, hingga saat ini sebanyak 11 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan wafat di Tanah Suci pada musim haji tahun ini.
Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kunjungan ke Kabupaten Lombok Timur setelah menyelesaikan agenda takziah kepada keluarga jemaah asal Lombok Tengah.
“Di Kabupaten Lombok Timur ada tiga jemaah yang wafat di Tanah Suci, yakni Hajjah Isniwat Isyum, Harun Al Rashid, dan Hajjah Mainah Subuh,” kata Lalu Amin, Senin, (8/6), dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, kunjungan akan dilakukan di sela-sela proses pemulangan dan penyambutan jemaah haji yang kembali ke daerah asal.
Selain dari Lombok Timur, lima jemaah haji yang meninggal dunia berasal dari Pulau Sumbawa.
“Tiga jemaah berasal dari Kabupaten Bima, sedangkan dua lainnya dari Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Kunjungan takziah ke Pulau Sumbawa juga akan dijadwalkan. Meski demikian, pendampingan kepada keluarga telah lebih dulu dilakukan oleh kantor Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kabupaten.
“Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa sudah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan,” kata Lalu Amin.
Berdasarkan data Kemenhaj NTB, jumlah jemaah haji asal NTB yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini mencapai 11 orang.
Rinciannya, tiga orang berasal dari Lombok Tengah, tiga orang dari Lombok Timur, tiga orang dari Kabupaten Bima, dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa. (F*)
Ket. Foto:
Jamaah Haji NTB tiba di Asrama Haji Mataram sebelum dilepas kembali ke keluarga. (Ist)



















































