Satunews.id
KAB BANDUNG – Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kembali menjadi tujuan kunjungan studi tiru dari luar Pulau Jawa. Kali ini, rombongan dari Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, datang untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan dan dikembangkan oleh Desa Cangkuang Wetan. Kamis (18/6/2026 ).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Camat Kertak Hanyar, Gusti Mohamad Noviar Hidayat, S.STP., M.Si, tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari para kepala desa, lurah, anggota BPD, perangkat desa, serta kader PKK dari 10 desa dan 3 kelurahan di wilayah Kecamatan Kertak Hanyar.
Dalam kesempatan itu, rombongan mempelajari berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah berjalan di Desa Cangkuang Wetan.Camat Kertak Hanyar, Gusti Mohamad Noviar Hidayat, mengaku banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerahnya.
“Tentunya apa yang kami dapatkan dari Desa Cangkuang Wetan ini ada beberapa hal yang akan kami kembangkan dan adopsi menjadi inovasi tambahan di wilayah kami. Terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sampah plastik, residu plastik, serta pengelolaan sampah organik yang dimanfaatkan untuk pakan ternak,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah di Desa Cangkuang Wetan tidak hanya ditentukan oleh program atau sarana yang tersedia, tetapi juga oleh kuatnya keterlibatan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Apa yang sudah dilakukan Desa Cangkuang Wetan bisa semakin bermanfaat bagi masyarakatnya. Seperti yang disampaikan Pak Kepala Desa, keberhasilan ini bisa tercapai karena hubungan yang baik dan dukungan penuh dari masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapannya, kita mengelola sampah ini untuk menjaga lingkungan. Program ini harus hadir dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” tambahnya.
Meski kondisi geografis antara Kalimantan dan Kabupaten Bandung memiliki perbedaan, Gusti menilai konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Desa Cangkuang Wetan sangat relevan untuk dikembangkan di daerahnya.
“Tentu ada perbedaan geografis antara Kalimantan dan di sini. Namun secara umum kondisi wilayahnya hampir mirip. Yang membedakan mungkin dari sisi informasi dan edukasi kepada masyarakat. Di Cangkuang Wetan, masyarakat sudah terbiasa mendapatkan informasi terkait pengelolaan sampah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk terus mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran yang sama,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Cangkuang Wetan menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas upaya yang selama ini dilakukan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik antar daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir,” pungkas Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi.
(Asp).

8 hours ago
4


















































