Ketika Kebenaran Harus Dijaga, Pers Tidak Boleh Tunduk

12 hours ago 7

Satunews.id, Kota Bandung/Jabar | Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Senin, 9 Februari 2026, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan pers untuk kembali meneguhkan jati diri, integritas, serta perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pers memiliki posisi strategis sebagai penjaga akal sehat publik, pengawal demokrasi, sekaligus pengawas jalannya kekuasaan. Di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks, peran tersebut justru kian menentukan arah kualitas demokrasi.

Derasnya arus disinformasi, polarisasi opini publik, tekanan kekuasaan, hingga kepentingan ekonomi yang berupaya memengaruhi independensi redaksi menjadi tantangan nyata yang dihadapi pers hari ini. Dalam situasi demikian, kemerdekaan pers tidak hanya diuji, tetapi juga dipertaruhkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satunews.id memandang bahwa pers yang sehat adalah pers yang berdiri tegak di atas fakta, bukan tunduk pada tekanan atau kepentingan tertentu. Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kemerdekaan pers merupakan hak asasi warga negara yang harus dijaga demi tegaknya demokrasi dan keadilan sosial.

Sebagai media yang lahir dari semangat jurnalisme publik, Satunews.id terus berkomitmen menjalankan fungsi pers secara utuh: menyajikan informasi yang akurat, menjalankan kontrol sosial, serta membuka ruang dialog yang berimbang dan beretika. Independensi redaksi menjadi fondasi utama dalam setiap proses peliputan dan penyajian berita.

Pemimpin Perusahaan Satunews.id, Dewi Apriatin, menegaskan bahwa keberlangsungan media harus berjalan seiring dengan integritas dan tanggung jawab moral kepada publik.

“Pers yang kuat tidak lahir dari kompromi terhadap kebenaran. Satunews.id memilih jalan yang mungkin tidak selalu mudah, tetapi bermartabat. Kami ingin tumbuh bersama kepercayaan publik, bukan sekadar mengejar keuntungan atau kedekatan dengan kekuasaan,” ujar Dewi Apriatin.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar bagi media. Tanpa kepercayaan publik, pers kehilangan makna dan fungsinya sebagai penyampai kebenaran.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Satunews.id, Dekrizal, menegaskan bahwa jurnalisme sejati harus berpijak pada kerja verifikasi, disiplin data, serta keberanian editorial.

“Di tengah kebisingan informasi dan narasi yang kerap dibentuk oleh kepentingan, tugas pers adalah memastikan kebenaran tetap terdengar. Jurnalisme tidak boleh menjadi alat pembenaran, tetapi harus menjadi alat pencarian fakta,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberanian pers tidak diukur dari seberapa keras suara disampaikan, melainkan dari konsistensi menjaga akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik, bahkan ketika berhadapan dengan risiko dan tekanan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Wakil Pemimpin Redaksi Satunews.id, Deri Juliansyah, yang menegaskan bahwa peran pers sebagai kontrol sosial tidak boleh tumpul oleh kompromi, baik internal maupun eksternal.

“Pers harus kritis tanpa kehilangan etika, dan independen tanpa kehilangan empati. Keberpihakan kami satu arah: kepada kebenaran dan kepentingan publik. Di situlah marwah pers dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, pers tidak boleh terjebak menjadi penonton, apalagi bagian dari persoalan. Media harus hadir sebagai penyeimbang, pengingat, dan pengoreksi ketika kekuasaan melenceng dari relnya.

Dalam perjalanannya, Satunews.id menyadari bahwa menjaga independensi bukanlah perkara mudah. Namun, komitmen terhadap kode etik jurnalistik, prinsip cover both sides, serta penghormatan terhadap hak jawab dan hak koreksi merupakan pilar yang tidak bisa ditawar.

Satunews.id juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi yang dapat mencederai kemerdekaan pers, baik berupa tekanan politik, intimidasi, maupun upaya membungkam kritik melalui cara-cara non-demokratis.

Hari Pers Nasional ke-80 menjadi pengingat bahwa pers bukan musuh kekuasaan, melainkan mitra kritis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kritik pers adalah wujud kecintaan terhadap demokrasi, bukan ancaman terhadap stabilitas.

Ke depan, Satunews.id berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas jurnalistik, memperdalam liputan investigatif, serta menghadirkan informasi yang berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.

Karena pers yang merdeka adalah syarat utama demokrasi yang sehat. Dan demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika pers berani, jujur, dan berintegritas.

Selamat Hari Pers Nasional ke-80.
Terus berkarya, tetap kritis, dan setia pada kebenaran.

Redaksi Satunews.id
Jurnalisme untuk Publik, Bukan untuk Kekuasaan

(red)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |