Bandung, SatuNews.id – 16 Juni 2026 – Antusiasme masyarakat begitu tinggi dalam kegiatan perdana Talkshow & Kajian Muharram 1448 H yang diselenggarakan Majelis Taklim MKBD dengan mengusung tema “Momentum Hijrah Menjadi Insan Rahmatan Lil Alamin Melalui Ilmu, Ukhuwah, dan Muamalah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sekitar 700 jamaah dari berbagai kalangan. Tingginya minat masyarakat bahkan membuat panitia harus menambah kapasitas peserta karena jumlah pendaftar jauh melampaui target awal.
Sejak pendaftaran dibuka, antusiasme jamaah sudah terlihat. Panitia yang semula menyiapkan kuota sekitar 250 peserta mendapati kuota tersebut habis hanya dalam waktu dua hari. Jumlah peserta terus bertambah hingga mencapai sekitar 700 jamaah,

Ketua Majelis Taklim MKBD sekaligus Ketua Yayasan MHM, Selvi Lusiana, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan perdana tersebut. Menurutnya, Majelis Taklim MKBD merupakan salah satu program unggulan Yayasan MHM yang telah berdiri sejak 1992 dan berkomitmen menghadirkan kegiatan keagamaan serta sosial bagi masyarakat.
Alhamdulillah, kegiatan perdana ini menjadi momentum bersejarah bagi kami. Majelis Taklim MKBD baru diluncurkan pada Maret 2026, dan Kajian Muharram 1448 H dapat terlaksana dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber, tamu undangan, sponsor, keluarga besar yayasan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, ujar Selvi,
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diperuntukkan khusus bagi peserta yang telah melakukan registrasi sebelumnya. Selain mengikuti rangkaian kajian, para jamaah juga dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, pembagian puluhan hadiah menarik, serta fasilitas parkir yang tersedia di Basement Masjid Agung Bandung.
Untuk menambah suasana kebersamaan, panitia mengimbau peserta mengenakan busana bernuansa soft neutral colour seperti cream, beige, ivory, dan mocha. Meski demikian, ketentuan tersebut tidak bersifat wajib.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, pemimpin daerah, dan figur inspiratif sebagai narasumber, di antaranya Muhammad Farhan, S.E. (Wali Kota Bandung), Dr. H. Bucky Wibawa Karya Guna, M.Si. (Ketua DPRD Jawa Barat), Prof. Hj. Diana Sari, S.E., M.Mg., Ph.D., Hj. Rizky Ananda Musa (pengusaha muslimah), serta Dr. (H.C.) Sam Bimbo, musisi dan budayawan legendaris nasional.
Kegiatan turut dibuka oleh Yakin, Ketua Pembina MHM yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas Indonesia. Sementara kajian utama disampaikan oleh Ustadz Fatih Karim yang membahas makna hijrah sebagai upaya memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan kebermanfaatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah sekaligus memperkuat pesan utama kegiatan bahwa ilmu, silaturahmi, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Selvi berharap Majelis Taklim MKBD dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperluas wawasan keislaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membangun kebersamaan dalam kebaikan.
Harapan kami ke depan, semakin banyak jamaah yang bergabung, semakin banyak ilmu yang dapat dibagikan, dan semakin kuat hubungan silaturahmi di tengah masyarakat,” katanya.
Selain menggelar kajian rutin setiap tiga bulan, Yayasan MHM juga aktif menjalankan berbagai program sosial yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Program tersebut meliputi Jumat Berkah, pernikahan massal bagi penyandang disabilitas, Rumah Tahfidz, bantuan tanggap bencana, kunjungan ke panti asuhan, bantuan untuk panti jompo, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.
Untuk program Majelis Taklim, kegiatan berlokasi di kawasan Jalan Kimaja, Bandung. Sementara program Rumah Tahfidz berada di wilayah Pandanwangi-Kencanawangi dan terbuka bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang ingin belajar Al-Qur’an.
Meski demikian, Selvi mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan program, terutama terkait keterbatasan fasilitas tempat kegiatan.
Saat ini kapasitas tempat masih terbatas dan hanya mampu menampung sekitar 300 orang. Namun dengan niat baik serta dukungan masyarakat, kami yakin Allah SWT akan memberikan kemudahan, tuturnya.
Melalui Majelis Taklim MKBD, Yayasan MHM berharap dapat terus berkembang menjadi ruang positif bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya dalam menimba ilmu, memperkuat persaudaraan, serta memperluas gerakan sosial yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
( Red )

5 hours ago
6


















































