Tidak Setiap Doa Pasti Dikabulkan oleh Allah
Doa adalah salah satu bentuk komunikasi antara manusia dengan Allah. Namun, tidak setiap doa pasti dikabulkan oleh Allah. Hal ini disebabkan ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar doa dapat dikabulkan.
Syarat-syarat tersebut meliputi ikhlas, mengikuti petunjuk Rasulullah, mempercayai bahwa Allah akan mengabulkan, dan doa itu dipanjatkan dengan hati yang khusyu’ serta penuh harap kepada Allah. Selain itu, kehendak Allah juga merupakan faktor penting dalam pengabulan doa.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Contoh doa yang tidak dikabulkan oleh Allah adalah permohonan Rasulullah agar umatnya tidak berpecah belah dan tidak saling membunuh. Hal ini menunjukkan bahwa Allah memiliki rencana dan keputusan yang lebih baik.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أَحْبَبْتُهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
“Sesungguhnya Allah berkata, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku akan mengumumkan perang terhadapnya. Tidak ada sesuatu pun yang lebih Aku cintai daripada ibadah yang Aku wajibkan kepada hamba-Ku. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, dan tangannya yang ia gunakan untuk berbuat. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku pasti melindunginya.'” (HR. (Bukhari, 6502))
Jadi, kita harus selalu berdoa dengan ikhlas dan tawakal kepada Allah, serta memahami bahwa tidak setiap doa pasti dikabulkan-Nya.

14 hours ago
8


















































