Jembatan R2 Cijeruk Telan Korban, Dinas PUTR Didorong Segera Evaluasi Aspek Keselamatan

1 week ago 31

Satunews.id

Bojongsoang – Jembatan roda dua Cijeruk yang diresmikan Bupati Bandung beberapa waktu lalu dan menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dengan Baleendah sebelumnya mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena dinilai mampu memperlancar mobilitas dan aktivitas warga.

Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan keselamatan yang tidak dapat diabaikan, terlebih setelah terjadinya insiden kecelakaan yang menimpa salah satu warga saat melintas di jembatan tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden tersebut menjadi perhatian publik sekaligus peringatan bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan Jembatan Roda Dua Cijeruk, menyusul munculnya sejumlah titik rawan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Salah satu korban kecelakaan di Jembatan R2 Cijeruk

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Desa Bojongsari, secara terbuka menyampaikan masukan serta mendorong adanya penyempurnaan desain dan kelengkapan keselamatan jembatan upaya pencegahan kecelakaan serupa di kemudian hari.

Kepala Desa Bojongsari, Asep, menegaskan bahwa masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, bukan untuk mengurangi apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Bandung atas dibangunnya Jembatan Roda Dua Cijeruk. Namun setelah jembatan digunakan masyarakat, muncul beberapa risiko keselamatan yang perlu segera dievaluasi, apalagi sudah ada warga yang mengalami kecelakaan,” ujarnya kepada Satunews.id. pada Selasa (13/1/2025)

Ia mengungkapkan, salah satu persoalan krusial yang menjadi perhatian adalah belum adanya pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, elevasi atau kemiringan sayap jembatan dinilai terlalu curam. Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi ini kerap menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami kesulitan saat menanjak, bahkan hingga mesin kendaraan mati dan sulit dikendalikan. Situasi tersebut banyak dialami oleh ibu-ibu serta pengendara lanjut usia.

Masalah lain yang tak kalah berisiko adalah adanya titik blind spot pada jembatan, di mana pandangan antara kendaraan yang naik dan turun terhalang oleh bentangan tembok. Akibatnya, pengguna jalan tidak dapat saling melihat dari jarak aman, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

“Kami menyarankan agar bentangan tembok tersebut diperpendek dan diganti dengan pagar besi, supaya pandangan pengendara lebih terbuka dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Bojongsari berharap insiden kecelakaan yang telah terjadi dapat menjadi alarm awal bagi dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi dan penyempurnaan, sehingga Jembatan Roda Dua Cijeruk benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUTR Kabupaten Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait masukan dan dorongan evaluasi keselamatan tersebut.

(Asp)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |