Kesalahpahaman di Jalan Picu Keributan Antarwarga di Pagutan, Polisi Amankan Enam Terduga dan Tempuh Mediasi

5 hours ago 5

HarianNusa, Mataram – Kericuhan antar warga sempat terjadi di wilayah Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Minggu malam (22/03/2026). Insiden tersebut dipicu kesalahpahaman di jalan raya yang berkembang menjadi konflik antar kelompok warga dari dua lingkungan berbeda.


Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.50 WITA saat seorang warga Lingkungan Petemon melintas di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagutan Timur, bersama istrinya. Dalam perjalanan, korban diduga dipepet oleh dua pemuda hingga memicu ketegangan.


“Korban yang tidak terima kemudian menghentikan kendaraannya dan menegur kedua pemuda tersebut. Terjadi cekcok hingga berujung pemukulan menggunakan helm,” ujarnya di lokasi kejadian.


Situasi semakin memanas ketika sekitar pukul 19.00 WITA, korban kembali dihadang di perbatasan Lingkungan Presak dan Petemon. Di lokasi tersebut, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang. Peristiwa ini kemudian memicu reaksi dari warga kedua lingkungan dan berpotensi meluas menjadi kericuhan.


Mendapat laporan, jajaran Polresta Mataram bersama Polsek Mataram bergerak cepat ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Polisi berhasil mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan.


“Begitu menerima informasi, anggota langsung turun ke lapangan. Enam orang yang diduga terlibat berhasil kami amankan untuk mencegah situasi semakin meluas,” tegas Kapolresta.

Selain melakukan pengamanan, aparat kepolisian juga mengambil langkah persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat dari kedua lingkungan. Upaya mediasi difasilitasi di Mapolsek Mataram dengan menghadirkan perwakilan kedua belah pihak guna meredam emosi dan mencari penyelesaian.


“Kami mengedepankan penyelesaian secara mediasi agar persoalan tidak berkepanjangan. Ini murni kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi,” jelasnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, termasuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Untuk penanganan lebih lanjut, enam terduga pelaku dibawa ke Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Mataram. Polisi menyatakan proses hukum akan tetap berjalan apabila korban memilih melanjutkan perkara sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebagai langkah antisipasi konflik susulan, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian. Pendekatan persuasif dan komunikasi intensif terus dilakukan kepada warga.

“Kami pastikan situasi tetap aman. Personel akan terus berjaga untuk mencegah kericuhan lanjutan, terlebih dalam suasana Idul Fitri yang seharusnya penuh kedamaian,” pungkasnya.

Berkat respons cepat aparat kepolisian dan sinergi dengan tokoh masyarakat, situasi di wilayah Pagutan kini berangsur kondusif dan terkendali. (F*)

Ket. Foto:

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko turun langsung mengamankan kericuhan antar warga di dua lingkungan di Kota Mataram. (Ist)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |