Pemkot Cimahi Resmikan IPAL Komunal dan Tangki Septik DAK 2025, Dorong Lingkungan Sehat dan Bebas BABS

2 months ago 94

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala permukiman dan tangki septik individual melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Peresmian dipusatkan di Lapangan Andika RW 10, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (17/12/2025).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa Program Sanimas DAK 2025 merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan hidup, serta mendukung penataan kawasan permukiman yang layak dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pengolahan air limbah domestik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan sanitasi adalah fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sanitasi yang layak tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan masa depan generasi kita,” ujar Ngatiyana.

Ia menjelaskan, tujuan utama pelaksanaan Program Sanimas DAK 2025 adalah menekan risiko penyakit berbasis lingkungan yang kerap muncul akibat sanitasi tidak memadai, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

“Dengan sistem pengolahan air limbah yang baik, penyebaran penyakit dapat dicegah sejak dari sumbernya. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain aspek kesehatan, Ngatiyana menekankan bahwa Sanimas berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan dengan mencegah pencemaran tanah, air permukaan, dan air tanah akibat pembuangan limbah domestik tanpa pengolahan. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi prasyarat utama pembangunan berkelanjutan.

“Program Sanimas juga mendukung penataan kawasan permukiman kumuh. Melalui penyediaan infrastruktur sanitasi yang layak, kita mendorong terciptanya hunian yang lebih manusiawi, nyaman, dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Cimahi membangun enam unit IPAL komunal dengan total 401 sambungan rumah yang tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Baros, Melong, Cibeureum, dan Citeureup. Selain itu, telah direalisasikan pula 250 unit tangki septik individual di 10 kelurahan.

“Secara keseluruhan, terdapat penambahan 651 rumah tangga yang kini terlayani sistem sanitasi layak. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi peningkatan kualitas hidup ratusan keluarga di Kota Cimahi,” ungkap Ngatiyana.

Ia berharap Program Sanimas menjadi pemicu perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat, serta mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur sanitasi yang telah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan.

Kepada awak media, Ngatiyana menjelaskan bahwa peresmian dipusatkan di RW 10 Kelurahan Melong karena wilayah tersebut memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi. Program ini ditujukan untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS), khususnya ke sungai dan saluran terbuka yang berisiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat dan tumbuh kembang anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin masyarakat dalam menggunakan IPAL komunal yang berbasis proses biologis. Limbah lemak dan minyak, termasuk minyak jelantah, tidak boleh dibuang ke saluran sanitasi.

“Minyak jelantah tidak boleh dibuang ke saluran IPAL karena dapat merusak bakteri pengolah limbah dan menimbulkan bau tidak sedap,” tegasnya.

Program Sanimas DAK 2025 didanai pemerintah pusat melalui DAK fisik bidang sanitasi untuk mendukung pemulihan ekonomi, pengentasan kawasan permukiman kumuh, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penurunan angka dan prevalensi stunting. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 853 sambungan rumah telah terbangun 100 persen dan dimanfaatkan oleh lebih dari 3.000 jiwa penerima manfaat.

Sebelumnya, sebagian masyarakat di 16 titik intervensi masih menggunakan cubluk atau membuang limbah langsung ke selokan. Kondisi ini diperparah dengan masih banyaknya rumah tangga yang memiliki toilet namun tidak dilengkapi tangki septik, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit berbasis air.

Kehadiran Program Sanimas membawa perubahan signifikan bagi wajah permukiman di Kota Cimahi. Selain meningkatkan kebersihan lingkungan, program ini turut mengangkat harkat dan martabat masyarakat dengan mewujudkan kawasan bebas buang air besar sembarangan.

(Tini)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |