Aksi SDA Provinsi di PT Zhong Xin Palasari Berbuah Hasil, Genangan Kini Jauh Berkurang

5 hours ago 1

Dayeuhkolot (Satunews.id)– Setelah sebelumnya menuai sorotan publik akibat lambatnya penanganan drainase yang kerap meluap ke badan jalan saat hujan deras di kawasan Palasari dan selalu mengakibatkan banjir di wilayah tersebut. Warga pun mulai merasakan dampak nyata dari langkah cepat yang dilakukan pihak terkait.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat melalui Satpel SUP Cimahi–Ciasem Hulu yang dipimpin Rudiman
bersama Sidik Permadia dan di dampingi UPTD DPUTR DAS Ciwidey Aat Safari serta tim Pentahelix, turun langsung melakukan pemeliharaan dan pengerukan sedimen secara manual di kawasan PT. Zhong Xin Palasari.

Langkah tersebut terbukti efektif dalam mengurangi durasi genangan air saat hujan deras. Jika sebelumnya air bisa menggenang dengan ketinggian 80 cm hingga lebih selama 1 sampai dengan 2 hari, kini surut jauh lebih cepat 1 jam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto menyampaikan apresiasi atas respon cepat yang akhirnya ditunjukkan oleh pihak SDA Provinsi melalui SATPEL Cimahi Ciasem Hulu dalam menangani persoalan tersebut.

“Kami mengapresiasi respon cepat dari pihak SDA Provinsi yang langsung turun ke lapangan melakukan pengerukan. Ini bentuk keseriusan dalam menjawab keluhan masyarakat. Mudah – mudahan dampaknya dirasakan warga dan juga semoga genangan air jauh lebih cepat surut,” ujar Ketua Pentahelix

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor seperti ini harus terus diperkuat agar penanganan permasalahan banjir bisa lebih efektif dan berkelanjutan.

“Sinergi ini penting. Ketika semua pihak bergerak bersama, hasilnya akan langsung dirasakan masyarakat. Ini yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Warga setempat menyampaikan apresiasi atas respons yang akhirnya dilakukan, meskipun sebelumnya sempat merasa kecewa dengan lambatnya penanganan.

“Sekarang sudah jauh lebih baik, air cepat surut. Dulu kalau hujan deras bisa lama sekali menggenang sampai bikin macet. Kami bersyukur sudah ada tindakan nyata,” ungkap salah seorang warga Palasari pada Kamis (02/4/2026) sore.

Meski demikian, baik warga maupun tim Pentahelix menegaskan bahwa langkah ini masih bersifat sementara. Diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh serta pemeliharaan berkelanjutan (setiap tahun) agar persoalan tidak terus berulang.

“Kami harap ini jangan hanya sementara. Perlu ada perbaikan total, supaya tidak ada lagi genangan lama atau endapan yang bikin masalah baru,” tambah warga lainnya.

Pentahelix pun mendorong agar pihak SDA Provinsi segera melakukan normalisasi dan perbaikan drainase secara permanen di titik-titik rawan, khususnya di sepanjang Jalan Mohamad Toha.

“Dengan adanya langkah awal ini, diharapkan pemerintah, tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan segera merealisasikan solusi jangka panjang demi mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat Dayeuhkolot,” pungkasnya

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |