Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pengembangan sport tourism seiring meningkatnya tren lomba lari yang kian diminati masyarakat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berharap kegiatan seperti Tiento Run dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda rutin berskala lebih besar.

Menurut Farhan, geliat event lari di Kota Bandung semakin terasa sejak akhir Maret. Bahkan, sejumlah event berskala nasional mulai melirik Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang strategis untuk mengangkat potensi pariwisata sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Baru beberapa kali digelar, kegiatan seperti ini harus terus berlanjut. Apalagi sekarang banyak event lari bermunculan dan Bandung mulai menjadi incaran,” ujarnya di D’Botanica, Kamis (2/04/2026).
Di balik peluang tersebut, Farhan mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pada sektor infrastruktur. Pemerintah Kota Bandung menargetkan perbaikan 17 ruas jalan pada tahun ini agar lebih nyaman digunakan, tidak hanya bagi pelari, tetapi juga pesepeda dan masyarakat umum.

Ia menjelaskan, tantangan muncul pada sejumlah ruas jalan yang saat ini difungsikan sebagai koridor busway. Oleh karena itu, penyesuaian terus dilakukan agar sistem transportasi publik tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Selain infrastruktur, Farhan juga menyoroti pentingnya pembenahan kota secara menyeluruh. Meskipun Bandung memiliki keunggulan udara sejuk yang mendukung aktivitas luar ruang, masih terdapat persoalan klasik seperti pengelolaan sampah, kondisi jalan, serta penerangan yang perlu terus diperbaiki.
“Terakhir beautifikasi besar dilakukan pada 2017. Sekarang saatnya kita melakukan pembenahan secara menyeluruh,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan kota dapat dilihat dari tingkat kenyamanan warganya. Bahkan menurutnya, indikator sederhana dapat dilihat dari minimnya keluhan pelari dan pesepeda saat menggunakan fasilitas publik.
“Kalau pelari dan pesepeda sudah tidak mengeluh, berarti kita berada di jalur yang benar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Farhan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan event lari, termasuk keterlibatan brand lokal seperti sepatu olahraga Spotec. Ia berharap Bandung dapat berkembang menjadi pusat industri alas kaki nasional.
“Kita ingin produk lokal tumbuh dari Bandung. Bahkan kalau bisa, peluncuran produk baru dilakukan di kota ini,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menjadikan Bandung sebagai destinasi utama bagi pelari sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Kami ingin Bandung menjadi kota yang paling nyaman, tidak hanya untuk pelari, tetapi untuk semua warga,” tutupnya.
(drj)

8 hours ago
6


















































