Kultura Persib di Braga, Menyusuri Jejak Sejarah dan Identitas Bobotoh Lewat Karya Seni

11 hours ago 13

Kultura Persib di Braga, Menyusuri Jejak Sejarah dan Identitas Bobotoh Lewat Karya Seni

Satunews.id, Kota Bandung – Grey Art Gallery bekerja sama dengan Persib Bandung menghadirkan pameran seni bertajuk Kultura Persib di Jalan Braga Nomor 47, Kota Bandung. Pameran yang dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 ini menjadi ruang ekspresi kreatif yang mempertemukan seniman, kolektor arsip, fotografer, hingga masyarakat yang memiliki ikatan emosional dengan Persib Bandung.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga, menjelaskan bahwa pameran tersebut lahir dari kecintaan para seniman terhadap Persib yang selama ini menjadi sumber inspirasi dalam berbagai karya mereka.

“Persib telah menjadi denyut nadi yang menginspirasi banyak karya seni. Namun, belum ada ruang khusus yang mewadahi ekspresi visual tentang Persib. Dari kebutuhan itulah pameran ini dihadirkan,” ujar Angga.

Menurutnya, Grey Art Gallery dipilih sebagai lokasi pameran karena berada di kawasan strategis Kota Bandung, mudah diakses masyarakat, serta beroperasi setiap hari sehingga memungkinkan lebih banyak pengunjung menikmati karya-karya yang dipamerkan.

Lebih dari sekadar menampilkan karya seni, Kultura Persib mengangkat fenomena budaya yang tumbuh dan berkembang bersama perjalanan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut. Karena itu, istilah “Kultura Persib” dipilih untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari sejarah, kenangan, dan pengalaman kolektif para Bobotoh.

“Kontributornya tidak hanya seniman. Banyak masyarakat umum yang memiliki memori, pengalaman, dan kedekatan emosional dengan Persib. Semua itu menjadi bagian dari budaya visual yang kami hadirkan dalam pameran ini,” katanya.

Melalui proses kurasi yang melibatkan open call untuk publik serta undangan khusus kepada seniman, fotografer, kolektor arsip, dan sejarawan, pameran ini berhasil menghimpun 70 kontributor dengan total 95 objek pameran. Objek tersebut mencakup karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan Persib.

Salah satu karya yang menjadi perhatian pengunjung adalah patung hasil karya seniman Iwong yang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh penting dalam sejarah Persib. Empat figur yang diabadikan dalam bentuk patung tersebut adalah Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Pameran dibagi ke dalam lima area, yakni ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. Pada bagian depan galeri, pengunjung dapat menikmati infografis perjalanan sejarah Persib beserta berbagai prestasi yang pernah diraih klub tersebut. Sementara itu, area lantai dua lebih banyak menampilkan karya dan arsip yang dikirimkan langsung oleh masyarakat.

Bagi Angga, karya yang paling berkesan justru berasal dari pengalaman personal para Bobotoh yang kemudian menjadi memori kolektif masyarakat Bandung.

“Ada mural yang menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Ada juga karya yang merekam pengalaman era 1990-an saat orang-orang rela memanjat pohon demi menyaksikan pertandingan Persib. Pengalaman itu sangat personal, tetapi dirasakan bersama oleh banyak orang,” ungkapnya.

Melalui pameran ini, Grey Art Gallery berharap masyarakat dapat melihat Persib tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas budaya Kota Bandung yang terus hidup, berkembang, dan diwariskan lintas generasi.

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi dengan harga tiket Rp25.000 pada hari kerja (weekday) dan Rp35.000 pada akhir pekan (weekend). Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, namun diimbau untuk tidak menyentuh arsip, koleksi jersey, maupun karya yang dipamerkan guna menjaga kelestariannya.

(drj)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |