Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Dadi Santosa S.Hut. (ft. dok.asp)
BANDUNG, SATUNEWS.ID – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian positif sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), optimalisasi unit bisnis, serta perbaikan menyeluruh di berbagai sektor perusahaan.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kehutanan, Perhutani KPH Bandung Utara terus menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pengelolaan usaha. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi perusahaan pengelola hutan berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta misi mengelola sumber daya hutan secara lestari, peduli terhadap kepentingan sosial dan lingkungan, serta menjalankan bisnis kehutanan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dalam menjalankan mandat tersebut, Perhutani KPH Bandung Utara mengelola berbagai produk hasil hutan, baik Hasil Hutan Kayu (HHK) berupa kayu log untuk kebutuhan industri, maupun Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa produksi getah pinus. Selain itu, KPH Bandung Utara juga mengembangkan sektor agrowisata dan jasa kehutanan, termasuk destinasi wisata alam dan pengembangan kopi hutan berbasis kawasan.
Seluruh produk dan layanan tersebut dipasarkan melalui unit bisnis Perhutani serta platform digital, sebagai bagian dari strategi perluasan pasar dan adaptasi terhadap dinamika industri kehutanan modern.
Atas nama Administratur KPH Bandung Utara, Dadi Santosa S.Hut selaku Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata menyampaikan bahwa kinerja produksi dan pendapatan KPH Bandung Utara menunjukkan trend positif. Pada tahun 2025, KPH Bandung Utara berhasil meraih Juara 1 Produksi Getah Pinus Kelas Moto 3 dengan raihan 567 poin, serta mencatatkan realisasi pendapatan 120,78 persen dari target RKAP.
_“Capaian ini menjadi modal penting bagi KPH Bandung Utara untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pendapatan perusahaan pada tahun 2026,”_ ujar Dadi.
Ia menambahkan, dengan mengusung tagline “DILUHUR” (Disiplin, Luar Biasa, Humanis, dan Responsif), KPH Bandung Utara optimistis mampu menjaga performa bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada mitra dan masyarakat.
Produk unggulan perusahaan, seperti getah pinus, terpentin, dan gondorukem, juga menjadi penopang utama kinerja ekspor. Gondorukem atau gum rosin merupakan produk padatan hasil distilasi getah pinus yang memiliki peran penting di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, kimia, farmasi, kosmetik, hingga industri kreatif dan penggunaan teknis lainnya.
Gondorukem digunakan sebagai bahan perekat, campuran cat dan tinta, bahan paper sizing pada industri kertas, hingga campuran lilin batik dan flux pada proses penyolderan.
Produk ini juga dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, peralatan musik gesek, serta sebagai pelapis logam anti-korosi. Produk gondorukem Perum Perhutani telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar internasional.
Hingga 2026, gondorukem tetap menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia, dengan pasar tujuan antara lain China, India, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya. Keberhasilan ini menunjukkan daya saing produk kehutanan nasional di pasar global.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam, Perhutani KPH Bandung Utara menegaskan bahwa orientasi bisnis tidak semata mengejar keuntungan, melainkan menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
_“Keberlanjutan bukan sekadar jargon, tetapi tanggung jawab lintas generasi. Hutan yang dikelola dengan amanah hari ini adalah warisan kehidupan bagi masa depan,”_ ujar Dadi menutup pernyataannya.
Dengan komitmen tersebut, Perhutani KPH Bandung Utara berharap dapat terus berkontribusi bagi ketahanan lingkungan, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta perekonomian nasional secara berkelanjutan. (**)

1 week ago
41


















































