Bakti Sosial di SMPIT Alkuhaji, FPK Tanamkan Nilai Toleransi Antar Etnis

3 hours ago 6

SATUNEWS.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya menggelar bakti sosial dan sosialisasi toleransi antar etnis di lingkungan pendidikan pesantren, tepatnya di SMPIT Alkuhaji, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan sejak dini kepada para pelajar, khususnya di lingkungan pesantren.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara berlangsung di Pesantren Daul Muttaqin yang berada di bawah naungan Yayasan Aitam Al Muttaqin, Pamijahan.

Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan bakti sosial yang melibatkan dukungan dari pihak swasta, yakni Kopi TOP dan Mie Sedap.

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat tali silaturahmi antara FPK, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Di sisi lain, agenda ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pembauran kebangsaan di tengah keberagaman.

FPK sendiri merupakan forum yang dibentuk di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Forum ini memiliki mandat untuk menjaga keharmonisan antar etnis serta memperkuat persatuan di daerah.

Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial, menyampaikan bahwa sosialisasi pembauran perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin masyarakat mengetahui peran FPK dalam menjaga keharmonisan antar etnis,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda harus dibekali pemahaman kebangsaan agar mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Kegiatan yang digelar di SMPIT Alkuhaji ini diikuti oleh siswa dan masyarakat sekitar dengan antusias.

Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Jati Pamijahan, Kampung Pamijahan RT 02 RW 07, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Guru SMPIT Alkuhaji, Acep Akin, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi siswa.

Menurutnya, kegiatan ini menambah wawasan siswa terkait pentingnya hidup rukun dan saling menghargai.

Perwakilan Yayasan Al Muttaqin, Asep Asin, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran FPK di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Materi tentang pembauran sangat bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Ia menuturkan bahwa lingkungan sekolah telah mencerminkan keberagaman, termasuk adanya siswa asal Nusa Tenggara Timur yang telah berbaur dengan baik.

Kondisi tersebut dinilai sebagai contoh nyata bahwa nilai toleransi dapat tumbuh di lingkungan pendidikan pesantren.

Asep berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mempererat hubungan antara FPK dan dunia pendidikan.

Sementara itu, salah satu santri, Silva (14), mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

Ia menyebut kegiatan ini membuat dirinya lebih memahami pentingnya persatuan dalam keberagaman serta peran Forum Pembauran Kebangsaan di masyarakat.

(Rzl)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |