Satunews.id, Bogor – Upaya memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan desa kembali digencarkan. Pemerintah desa se-Kecamatan Cileungsi dan Jonggol mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor selama tiga hari, 23–25 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lorin Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ini berjalan lancar dan kondusif. Bimtek ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kompetensi aparatur desa dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks dan dinamis.
Namun, di balik pelaksanaan yang tertib dan seremonial yang rapi, publik menaruh harapan lebih: apakah kegiatan ini benar-benar mampu mendorong perubahan nyata di tingkat desa?
Kepala Desa Sukagalih, Aja Waridin, turut hadir bersama Sekretaris Desa Heri Herdiana dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi representasi komitmen pemerintah desa untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparatur.
Dalam keterangannya, Aja Waridin menyampaikan harapan besar agar Bimtek ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, ilmu dan materi yang didapat selama Bimtek ini bisa langsung diimplementasikan di desa, khususnya dalam meningkatkan kinerja aparatur, transparansi anggaran, serta pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Bimtek ini juga menyoroti pentingnya adaptasi aparatur desa terhadap perkembangan regulasi, digitalisasi administrasi, serta penguatan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Di tengah sorotan publik terhadap transparansi dan integritas, kegiatan semacam ini dinilai krusial—namun tetap harus dibuktikan dengan hasil konkret.
Simbol Kebersamaan, Penutup Seremonial
Sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, seluruh peserta Bimtek melaksanakan sesi foto bersama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penutup resmi kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari.
Namun, lebih dari sekadar dokumentasi, foto bersama tersebut menyimpan makna komitmen kolektif—bahwa seluruh aparatur desa yang hadir tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi juga tanggung jawab besar untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.
Tiga hari pelatihan telah usai. Seremonial telah ditutup dengan kebersamaan dalam satu bingkai. Kini, masyarakat menunggu: apakah hasil Bimtek ini benar-benar akan terasa di desa, atau hanya berhenti pada foto bersama tanpa dampak nyata?(Aminah)

2 hours ago
3


















































