BBWS Apresiasi Peran Penting Pentahelix dalam Penanggulangan Banjir Dayeuhkolot

4 hours ago 6

Satunews.id

KAB BANDUNG – Ketua Pentahelix Penanggulangan Banjir Dayeuhkolot Tri Rahmanto didampingi UPTD DAS Ciwidey, Aat Safari, melakukan monitoring pemasangan Geobag Karxindo sebagai upaya penanggulangan banjir di RW 02 dan RW 03 Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa (27/1/2026).

Tri Rahmanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal penanganan banjir yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sebagai respons atas usulan hasil mitigasi Pentahelix dan berasal dari aspirasi masyarakat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, hari ini BBWS mulai melaksanakan pengerjaan awal pemasangan Geobag untuk penanggulangan banjir. Ini bentuk respon cepat atas kondisi di lapangan dan masukan dari warga,” ujar Tri Rahmanto.

Pemasangan Geobag tersebut, lanjut Tri, diprioritaskan pada titik-titik tanggul yang sudah rusak atau paling rendah sebelumnya yang merupakan daerah kritis.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan BBWS Citarum Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP), Yadi Suryadi, yang akrab disapa Acim. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penanganan tanggap darurat.

Menurutnya, sebelumnya Geobag sempat terpasang, namun akibat debit air yang sangat deras dari saluran Sungai Citarum, struktur tersebut mengalami kerusakan dan ambrol.

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat dan Pentahelix Dayeuhkolot terkait dampak banjir. Karena itu, BBWS langsung sigap melakukan pemasangan kembali Geobag dengan konstruksi yang lebih kuat,” jelas Kang Acim.

Ia menambahkan, pemasangan Geobag ini diharapkan dapat meminimalisir potensi luapan air, terutama menjelang musim hujan dengan intensitas tinggi.

“Ke depan, kami berharap ada pembangunan yang lebih permanen, seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) yang lebih kuat. Namun untuk saat ini, pemasangan Geobag menjadi solusi cepat agar tidak terjadi luapan air dari Sungai Citarum,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Acim juga menegaskan peran strategis Pentahelix dalam mendukung kerja-kerja BBWS, khususnya dalam menjembatani aspirasi masyarakat.

“Pentahelix sangat membantu kami, terutama dalam menyampaikan laporan dan dorongan dari masyarakat. Dengan keterbatasan kewenangan dan prosedur yang ada, sinergi ini menjadi terobosan yang positif,” ungkapnya.

Ia menilai konsep Pentahelix sebagai gabungan berbagai unsur organisasi dan masyarakat sangat efektif dalam penanganan persoalan banjir yang bersifat berulang di wilayah Dayeuhkolot.

“Dengan adanya Pentahelix, masyarakat terbantu, dan kami di BBWS juga bisa lebih cepat dan tanggap dalam menindaklanjuti usulan-usulan yang disampaikan. Selama usulan itu demi keselamatan warga, tentu akan kami kerjakan,” jelasnya. (**)

Read Entire Article
Satu Berita| Harian Nusa | | |